This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 04 September 2013

Pengenalan Komponen Elektronik

Komponen Elektronika beserta fungsi dan Satuannya

1) RESISTOR

Tahanan listrik pada sebuah penghantar dilambangkan dengan R dan diidentifikasikan dengan rumus :
R = V/I
dimana :
R = Tahanan dalam Ohm
V = Tegangan dalam Volt
I = Arus dalam Ampere
Tahanan merupakan komponen yang didesain untuk memiliki besar tahanan tertentu dan disebut pula sebagai resistor. Resistor dikategorikan menjadi 2, yaitu:
Resistor linear : resistor yang bekerja sesuai dengan hukum ohm
Resistor non linear : dimana perubahan nilai karena kepekaan tertentu
a. Fotoresistor : peka terhadap cahaya
b. Thermistor : peka terhadap panas
c. Resistor yang tergantung pada tegangan listrik

2) KAPASITOR

Kapasitor banyak digunakan dalam sirkit elektronik dan mengerjakan berbagai fungsi. Pada dasarnya kapasitor merupakan komponen penyimpan muatan listrik yang dibentuk dari dua permukaan yang berhubungan tapi dipisahkan oleh satu penyekat. Bila elektron berpisah dari satu plat ke plat lain akan terdapat muatan diantara kedua plat medium penyekat tadi. Muatan ini diseb abkan oleh muatan positif pada plat yang kehilangan elektron dan muatan negatif pada plat yang memperoleh elektron. Apabila diantara kedua plat diberikan tegangan 1 volt maka kapasitor dapat menyimpan muatan listrik sebesar 1 coulomb, maka kapasitas dari kapasitor tersebut adalah 1 farad. Maka besarnya kapasitansi dapat dihitung dengan rumus :

Kapasitansi C = ( Muatan Q / Tegangan V )
3) INDUKTOR

Bentuk dasar sebuah induktor adalah kawat yang dililitkan menjadi sebuah koil.

jika terdapat arus yang mengalir pada induktor maka akan terbentuk medan magnet, jika arus tersebut berubah maka medan magnet tersebut akan berubah pula. Jika arus meningkat maka medan magnet juga akan meningkat. Perubahan medan magnet ini akan menginduksi suatu tegangan pada koil. Hal ini terjadi karena suatu sifat yang disebut dengan induksi diri atau sering disebut dengan induktansi.

induktasi adalah ukuran kemampuan sebuah induktor untuk membangkitkan suatu tegangan induksi sebagai akibat dari perubahan arus yang mengalir pada induktor. Induktor dapat menyimpan energi di dalam medan magnet yang dihasilkan oleh arus. Induktor dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran. Induktor dapat menyimpan energi di dalam medan magnet yang dihasilkan oleh arus. Besar energi dinyatakan dengan rumus :

W = ½.L.I2

dimana : W = energi dalam Joule
L = induktansi dalam Henry
I = arus dalam Ampere

4) DIODA

Diode modern dibuat dari bahan semikonduktor. Pada mulanya diode dibuat dari bahan germanium karena bahan ini lebih mudah dipakai untuk memurnikan bahan dasar apabila dibandingkan dengan silikon, namun semua peralatan germanium mempunyai kelemahan yaitu akan rusak bila suhu naik. Setelah pemurnian silikon mencapai tingkat yang dibutuhk an, peralatan silikon mulai muncul. Sekarang pasaran semikonduktor benarbenar dikuasai oleh silikon.

Diode merupakan bahan dengan 2 terminal dan terbentuk dari dua jenis semikonduktor (silikon jenis n dan silikon jenis p) yang tersambung. Bahan ini mampu dialiri arus secara relatif mudah dalam satu arah. Diode dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran serta amat berguna. Pada simbol diode menyerupai anah panah yang menunjukkan arah aliran arus listrik.

5) Transformator atau sering juga disebut trafo
 

 adalah komponen elektronika pasif yang berfungsi untuk mengubah (menaikkan/menurunkan) tegangangan listrik bolak-balik (AC). Bentuk dasar transformator adalah sepasang ujung pada bagian primer dan sepasang ujung pada bagian sekunder. Bagian primer dan skunder adalah merupakan lilitan kawat email yang tidak berhubungan secara elektris. Kedua lilitan kawat ini dililitkan pada sebuah inti yang dinamakan inti trafo. Untuk trafo yang digunakan pada tegangan AC frekuensi rendah biasanya inti trafo terbuat dari lempengan2 besi yang disusun menjadi satu membentuk teras besi. Sedangkan untuk trafo frekuensi tinggi (digunakan pada rangkaian2 Radio Frequency/RF) menggunakan inti ferit (serbuk besi yang dipadatkan).
Besarnya arus listrik yang bisa di supply oleh sebuah trafo biasanya juga dicantumkan misalnya 0.5 Amp, 1 Amp, 5 Amp dsb. Sesuaikan dengan kebutuhan jika membeli atau menggunakannya agar bisa berfungsi normal dan efisien.

6) Relay 

merupakan suatu komponen (rangkaian) elektronika yang bersifat elektronis dan sederhana serta tersusun oleh saklar, lilitan, dan poros besi. Penggunaan relay ini dalam perangkat-perangkat elektronika sangatlah banyak. Terutama di perangkat yang bersifat elektronis atau otomatis. Contoh di Televisi, Radio, Lampu otomatis dan lain-lain.
Cara kerja komponen ini dimulai pada saat mengalirnya arus listrik melalui koil,lalu membuat medan magnet sekitarnya sehingga dapat merubah posisi saklar yang ada di dalam relay terserbut, sehingga menghasilkan arus listrik yang lebih besar. Disinilah keutamaan komponen sederhana ini yaitu dengan bentuknya yang minimal bisa menghasilkan arus yang lebih besar.
Pemakaian relay dalam perangkat-perangkat elektronika mempunyai Keuntungan yaitu ;
Dapat mengontrol sendiri arus serta tegangan listrik yang diinginkan.
Dapat memaksimalkan besarnya tegangan listrik hingga mencapai batas maksimalnya.
Dapat menggunakan baik saklar maupun koil lebih dari satu, disesuaikan dengan kebutuhan

7) Transduser

berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Sehingga transduser dapat didefinisikan sebagai suatu peranti yang dapat mengubah suatu energi ke bentuk energi yang lain. Bagian masukan dari transduser disebut “sensor ”, karena bagian ini dapat mengindera suatu kuantitas fisik tertentu dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain.
Dari sisi pola aktivasinya, transduser dapat dibagi menjadi dua,yaitu:
a. Transduser pasif
yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat energi tambahan dari luar. Contoh : thermistor. Untuk mengubah energi panas menjadi energi listrik yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri arus listrik. Ketika hambatan thermistor berubah karena pengaruh panas, maka tegangan listrik dari thermistor juga berubah.
b. Transduser aktif
yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energi dari luar, tetapi menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri. Contoh : termokopel. Ketika menerima panas, termokopel langsung menghasilkan tegangan listrik tanpa membutuhkan energi dari luar.

 Komparator merupakan rangkaian elektronik yang akan membandingkan suatu input dengan referensi tertentu untuk menghasilkan output berupa dua nilai (high dan low). Suatu komparator mempunyai dua masukan yang terdiri dari tegangan acuan (Vreference) dan tegangan masukan (Vinput) serta satu tegangan ouput (Voutput).
Komparator biasanya menggunakan Op-Amp sebagai piranti utama dalam rangkaian.Vrefdi hubungkan ke +V supply, kemudian R1 dan R2 digunakan sebagai pembagi tegangan, sehingga nilai tegangan yang di referensikan pada masukan Op-amp adalah sebesar :
V = [R1/(R1+R2) ]

9) Satuan-satuan praktis yang sering digunakan dalam pengukuran -pengukuran besaran listrik adalah :
Arus Listrik ( I ) = Ampere ( A )
Tegangan ( V ) = Volt ( V )
Tahanan ( R ) = Ohm ( W )
Daya Semu ( S ) = Voltampere ( VA)
Daya Nyata ( P ) = Watt ( W )
Daya Reaktif ( Q ) = Voltampere reaktif ( VAR )
Induktansi ( L ) = Henry ( H )
Kapasitansi ( C ) = Farad ( F )
Muatan Listrik ( Q ) = Coulomb ( C )

Pengertian dan fungsi transistor merupakan topik pembahasan kita kali ini. Pengertian transistor adalah komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda (triode) yaitu dasar (basis), pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor). Dengan ketiga elektroda (terminal) tersebut, tegangan atau arus yang dipasang di satu terminalnya mengatur arus yang lebih besar yang melalui 2 terminal lainnya.
Pengertian transistor berasal dari perpaduan dua kata, yakni “transfer” yang artinya pemindahan dan “resistor” yang berarti penghambat. Dengan demikian transistor dapat diartikan sebagai suatu pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu atau keadaan tertentu.
Jenis-jenis Transistor dari Fungsi Transistor
Transistor ditemukan pertama kali oleh William Shockley, John Barden, dan W. H Brattain pada tahun 1948. Mulai dipakai secara nyata dalam praktik mereka pada tahun 1958. Transistor termasuk komponen semi konduktor yang bersifat menghantar dan menahan arus listrik.Ada 2 jenis transistor yaitu transistor tipe P – N – P dan transistor jenis N – P – N. Transistor NPN adalah transistor positif dimana transistor dapat bekerja mengalirkan arus listrik apabila basis dialiri tegangan arus positif. Sedangkan transistor PNP adalah transistor negatif,dapat bekerja mengalirkan arus apabila basis dialiri tegangan negatif.
Macam-macam Transistor dari Fungsi Transistor
Fungsi transistor sangatlah besar dan mempunyai peranan penting untuk memperoleh kinerja yang baik bagi sebuah rangkaian elektronika. Dalam dunia elektronika, fungsi transistor ini adalah sebagai berikut:
  • Sebagai sebuah penguat (amplifier).
  • Sirkuit pemutus dan penyambung (switching).
  • Stabilisasi tegangan (stabilisator).
  • Sebagai perata arus.
  • Menahan sebagian arus.
  • Menguatkan arus.
  • Membangkitkan frekuensi rendah maupun tinggi.
  • Modulasi sinyal dan berbagai fungsi lainnya.
Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (penguat). Rangkaian analog ini meliputi pengeras suara, sumber listrik stabil, dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa diantara transistor dapat juga dirangkai sedemikian rupa sehinggafungsi transistor menjadi sebagai logic gate, memori, dan komponen-komponen lainnya.

Pengenalan Audio dan Video

Definisi Video
  • Teknologi untuk menangkap, merekam, memproses, dan menata ulang gambar bergerak
  • Gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan dalam waktu dengan kecepatan tertentu
Format Video :
  1. Analog: NTSC dan PAL
  2. Digital : MOV, MPG, AVI, ASF, dll
Capturing/Sampling => Proses untuk mengubah file dalam bentuk analog ke format digital. Caranya adalah dengan menggunakan video capture board atau frame grabber
Video HD
  1. Tipe Video digital dengan resolusi tinggi yakni 1280 x 720,1920 x 1080 pixel, atau lebih
  2. Jumlah frame tiap detik à 50 Hz(Europe), atau 60 Hz(USA)
  3. Scanning Progress (proses menampilkan video) => Progressive dan interlaced scanning
Progressive : ditampilkan secara keseluruhan dan dengan cara mengulang setiap framenya.
Interlaced : menampilkan frame sebagian terlebih dahulu.
Jenis Konektor Video :
  • Analog
    • Composite Video => Konektor : RCA
    • Video Graphic Array (VGA) => Konektor : D-Sub
    • S-Video => Konektor : 4-Pin Mini DIN
  • Digital
    • HDMI
      • Merupakan interface transfer audio/video tanpa kompresi
      • Panjang kabel yang direkomendasikan 7 m – 30 m
      • Teknologi terbaru HDMI 1.4 memungkinkan penggunakan kabel HDMI sebagai ethernet.
      • Suport RGB dan YCBCR
      • Kecepatan transfer data s.d. 10.2 Gbps
    • DVI
      • Tidak suport audio (video only)
      • Panjang kabel yang direkomendasikan 4.5 – 15 m
      • Bisa digunakan untuk video analog
      • Hanya suport RGB
      • Transfer rate lebih lambat
Definisi Audio
digunakan untuk menerangkan sistem-sistem yang berkaitan dengan proses perekaman dan transmisi yaitu sistem pengambilan/penangkapan suara, sambungan transmisi pembawa bunyi, amplifier dan lainnya
Format :
  • AAC ( Advance Audio Codec )
  • AIFF dan AIFC ( Audio Interchange File Format )
  • MP3 : MP3 ( MPEG-1/2 Audio Layer 3 )
  • WMA ( Window Media Audio
  • Ogg  dan Ogg Vorbis
  • RealAudio
  • WAV (WAVE-form
Audio Dalam sistem komunikasi bercirikan video, sinyal elektrik digunakan untuk membawa unsur bunyi. Istilah ini juga biasa digunakan untuk menerangkan sistem-sistem yang berkaitan dengan proses perekaman dan transmisi yaitu sistem pengambilan/penangkapan suara, sambungan transmisi pembawa bunyi, amplifier dan lainnya.
Mono, Stereo, dan Suround Sound
  1. Mono : Sebuah sistem dimana semua sinyal audio di mix dan diarahkan melalui satu channel audio
  2. Stereo : Memiliki 2 channel audio yang independent, dan sinyal suara yang dihasilkan memiliki level dan fase yang berbeda
  3. Suround : Teknik untuk memperkaya kualitas reproduksi suara dari sumber audio dengan channel audio tambahan dari speaker yang mengelilingi pendengar
Kompresi Audio/Video : pada saat pembuatan dan pengiriman/transimis data
Bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio/video dengan metode:
  • Lossy format : Vorbis, MP3,dll
  • Loseless format : FLAC, dll
Transmisi :
Data tersebut dikirim dari sebuah server aplikasi dan diterima serta ditampilkan secara real-time oleh aplikasi pada komputer klien.
Streaming adalah suatu proses agar media digital (video,suara,data) dapat diterima secara terus-menerus. Proses tersebut menggunakan istilah coding dan decoding.
Proses coding dilakukan oleh server sedangkan decoding dilakukan oleh klien. Proses coding dilakukan untuk mengkompresi data sebelum dikirim ke klien melalui Internet, dan decoding dilakukan oleh klien untuk ditampilkan data tanpa kompresi. Proses tersebut sering disingkat menjadi codec.
Jenis format streaming yang biasa digunakan pada situs internet, seperti :
  • Format Real Media (.rm/ .ra/ .ram)
  • Windows Media (.asf/ .wmf/ .asx)
  • QuickTime (.mov)
Color Space : YCbCr
Salah satu jenis color Space yang digunakan pada video digital adalah YCbCr  karena representasinya menjadikan YcbCr lebih mudah untuk menghilangkan redudansi warna. YcbCr juga digunakan dalam standar kompresi gambar dan video seperti JPEG, MPEG1, MPEG2 dan MPEG4
Keterangan :
  • Y :  luminance => intensitas cahaya (gelap terang cahaya)
  • Cb : Chrominance Blue
  • Cr : Chrominance Red